Skip to main content

Materi Kebangsaan Untuk Tingkatkan Jiwa Nasionalisme


para peserta sedang memerhatikan materi tentang wawsan kebangsaan dan bela negara oleh bapak Nur Chamid di markas Kodim Jepara (Sabtu, 17/12)

Jepara- Sabtu (17/12) bertempat di markas Kodim Jepara kegiatan pelatihan bela negara dan bakti sosial dialksanakan. Di hari kedua ini para peserta akan mendapt materi tentang leadership yang akan diberikan oleh Komandan Menwa Arif Rahman Hakim. Sedangkan untuk materi wawasan kebangsaan dan wawasan bela negara diberikan oleh bapak Nur Chamid selaku danramil Mayong Jepara yang sudah beberapa kali mengisi acara yang serupa. 

Beliau mengaku prihatin dengan kondisi generasi muda saat ini, di mana beliau melihat banyak generasi muda yang tidak mengetahui tentang bangsanya sendiri. Sehingga banyak perilaku yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indoensia. Untuk itulah beliau mengaku sangat mendukung kegiatan pelatihan bela negara ini untuk menumbuhkan nasionalisme dalam jiwa generasi muda. Beliau juga mengingatkan kepada para peserta untuk menjaga sopan santun dan budaya ketimuran di manapun mereka berada. 

Bapak Nur Chamid juga mengutip pesan dari Jenderal Soedirman kepada para tentaranya saat berperang melawan kolonial Belanda. Pesan itu berbunyi “Wahai rakyatku janganlah kalian lengah, apabila kalian lengah maka kalian akan kalah dan apabila kalian kalah maka akan menambah rakyat menderita”. Pesan ini diartikan bahwa sebagai bangsa Indonesia kita harus  selalu waspada terhadap kondisi apapun. Terhadap perkembangan zaman yang semakin canggih dan modern maupun terhadap ancaman-ancaman yang akan mengganggu persatuan dan kebangsaan bangsa Indonesia. 

Bapak Nur Chamid mengaku sangat mendukung kegiatan pelatihan bela negara dan bakti sosial tersebut sebagai bentuk pengenalan terhadap bangsa Indonesia. Selain itu, beliau berharap di sekolah-sekolah mereka diajarkan mengenai wawasan kebangsaan tersebut. Karena menurut beliau materi tentang kebangsaan itu masih sangat sedikit dan kurang. Beliau juga berterima kasih kepada para pihak yang mau mengadakan kegiatan tersebut.  Karena kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat positif, sehingga beliau berharap kegiatan ini bisa terus dilangsungkan. (R/S Sri Pujiati)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus