Skip to main content

LPPH dan LKIF Pilih Ketua Baru


para peserta sedang berdiskusi untuk memilih ketua baru Sabtu, (5/11)
UNISNU, Sabtu (5/11). Lembaga Penelitian dan Pengabdian Hukum (LPPH) dan Lembaga Kajian Ilmu Falak (LKIF) mengadakan pemilihan ketua baru.Dimulai pada pukul 09:00 – 12:00 bertempat di kediaman saudara irvan acara tersebut berlangsung lancar dengan dihadiri oleh kurang lebih 20 orang mahasiswa dari semester 3, 5, dan 7. Acara yang diawali oleh sambutan dari tuan rumah yang disampaikan oleh saudara irvan, dilanjutkan dengan sambutan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) Fakultas syari’ah dan hukum yang diwakili oleh wakil gubernur saudara Saifur Rohman.

Proses pemilihan ketua baru LPPH, dengan hasil akhir saudara Irvan Nur Fauzan yang terpilih sebagai ketua baru LPPH dengan suara sebanyak  13 suaraunggul dari kedua calon lainnya yaitu Agus Puja Kusuma dan Diah Fara Umma Inna. Irvan yang terkenal aktif di berbagai organisasi ini megaku senang terpilih menjadi LPPH. 

Dilanjutkan pada acara kedua yaitu pemilihan ketua baru LKIF, dengan hasil akhir saudari Riska Damayantimendapat perolehan suara sebanyak 14 suara. Unggul dari kedua calon lainnya yaitu Agus Puja  Kusuma dan Ali Musthofa. Dengan perolehan suara tersebut Riska pun resmi terpilih menjadi ketua baru LKIF selama satu periode ke depan. Dalam sambutannya Riska mengajak teman-teman untuk bisa saling membantu agar bisa membawa LKIF lebih baik. Dia juga mengimbau kepada para peserta yang hadir untuk sama-sama berjuang membangun fakultas. 

Sebelum penutupan,mantan ketua LKIF Saidatun Ni’mah yang menjabat pada periode sebelumnya memberi pesan agar kedepannya LKIF semakin maju, baik di ranah fakultas, Universitas maupun luar Universitas. (R/S Delivia Ismiyati)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus