Skip to main content

Jurnalistik dan Pers.


Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan kedua istilah tersebut. Karena keduanya merupakan dua hal yang saling berkaitan erat. Jurnalistik merupakan bidang dari “bidang kajian” komunikasi/ publistik, khususnya mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini/pendapat, pemikiran, ide/ gagasan) melalui media massa (cetak dan elektronik). Jadi jurnalistik tergolong ilmu terapan yang sifatnya dinamis dan terus berkembang seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta dinamika masyarakat itu sendiri.  
Dari pengertian jurnalistik tersebut maka informasi dalam jurnalistik itu dapat dibagi dua yaitu berita (news) yang merupakan laporan peristiwa yang bernilai jurnalistik atau memiliki nilai berita antara faktual, aktual, penting, dan menarik yang dibuat oleh wartawan. Kemudian yang kedua yaitu opini atau pendapat (views) yang merupakan argumen/pendapat mengenai suatu masalah atau yang sedang berkembang dan menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. 
Sedangkan pers merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris press yang berarti cetak. Pers sendiri memiliki dua arti yaitu secara sempit yang artinya pers itu terbatas pada media cetak saja sedangkan secara luas pers meliputi segala penerbitan baik media cetak maupun elektronik. Pers merupakan lembaga kemasyarakatan yang merupakan subsistem kemasyarakatan sehingga pers tidak bisa berdiri sendiri. Tetapi keberadaannya memengaruhi dan dipengaruhi oleh lembaga kemasyarakatan lainnya. 
Jurnalistik dan pers merupakan dua hal yang berkaitan, namun keduanya memiliki perbedaan dan persamaan. Perbedaan yang ada yaitu terletak pada substansi aktivitasnya . jurnalistik lebih menitikberatkan pada bentuk komunikasi yang mengarahkan pada aktivitas pencarian dan penulisan berita. Sedangkan pers lebih menitikberatkan pada media atau sarana yang memungkinkan berita itu disajikan (Suryawati, 2011: 29).
Keduanya memiliki persamaan dalam penggunaan media yang digunakan. Selain itu keduanya juga memiliki keterkaitan dengan periklanan. Pers terbukti ampuh dalam memengaruhi masyarakat. Dalam memengaruhi masyarakat maka pers harus tahu selera masyarakat, sehingga perlu diadakan penelitian khalayak  sendiri. Data-data khalayak sangat membantu dalam pemasangan iklan untuk menentukan  format tayangan iklan yang tepat. 
Jika pemasang iklan membutuhkan tayangan atau program khusus untuk menayangkan produknya maka di sinilah perlunya jurnalistik. Aktivitas jurnalistik tidak lagi hanya menonjolkan berita yang lazim kita kenal, tetapi juga memberikan informasi iklan dalam bentuk berita. Berita-berita untuk tayangan atau program berita lebih mengedepankan aktualitas, faktualitas, kkeakuratan dan keseimbangan (balance), sedangkan berita iklan lebih mengedapankan keunggulan atau kelebihan dari produk yang diiklankan dibanding kekurangan dan kelemahannya.  (R/S Sri Pujiati)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus