Skip to main content

Pelatihan Penganggaran Perencanaan Desa Inklusif untuk Meningkatkan Kepedulian Kader Terhadap Penganggaran Desa

Pelatihan Penganggaran Perencanaan Desa Inklusif untuk Meningkatkan Kepedulian Kader Terhadap Penganggaran Desa

bapak Adib Akrom sedang menyampaikan materi

 

Jepara- (24/9) diadakan kegiatan pelatihan perencanaan dan penganggaran desa Inklusif oleh Lakpesdam NU Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung DPRD Jepara lantai 2. Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 ini diikuti oleh para peserta yang berasal dari berbagai anggota masyarakat. Ada dari mahasiswa, perangkat desa, dan dari organisasi-organisasi yang ada di masyarakat seperti Fatayat, IPNU dan lain sebagainya. 

Kegiatan ini dilaksanakan untuk membentuk para kader agar peduli dengan keadaan desa dan peka terhadap apa yang terjadi di desa. Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi para kader muda pada khusnya untuk berperan aktif dalam rencana penganggaran yang ada di desa. Karena anggaran memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat. Anggaran merupakan hal yang sangat penting karena sebagai pemenuhan hidup bagi masyarakat banyak.selain itu kegiatan ini juga diharapkan bisa memaksimalkan anggaran untuk keentingan hidup orang banyak terutama untuk kepentingan kelompo-kelompok kecil yang ada di masyarakat.

Menurut ketua Lakpesdam, desa inklusif merupakan desa yang bisa mengakomodir semua kebutuhan masyarakat tanpa membedakan suku, ras, agama dan lain-lainnya atau menjunjung tinggi nilai-nilai pluralism. Desa inklusif juga bisa dikatakan sebagai desa yang memberikan akses seluas-luasnya untuk aspirasi dan partisipasi masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan bisa memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi para kader tentang perencanaan penganggaran desa, sehingga nanti bisa terlibat dan terjun langsung di masyarakat. 

Untuk itulah, dalam kegiatan ini diberikan materi tentang proses penganggaran mulai dari aspirasi rakyat hingga menjadi APBDes. Materi ini disampaikan oleh bapak Adib Akrom, seorang trainer dan fasilitator yang mendampingi desa-desa. Beliau menjelaskan bagaimana proses penetapan RKPDes mulai dari Rancangan RKPDes yang dibentuk oleh tim Kades kemudian Musrenbangdes yang diikuti oleh Kades, Perangkat Desha dan unsure masyarakat dan penetapan RKPDEs. RKPDEs menjadi satu kesatuan dengan APBDes sebagai acuan bagi Pemerintah Desha yang dijabarkan lebih lanjut dengan peraturan kepala desa, peraturan bersama kepala Desha dan keputusan kepala desa. 

Materi ini sangat penting terutama bagi kalangan muda yang belum pernah terjun langsung di masyarakat. Sehingga proses perencanaan penganggaran ini sangat perlu untuk diketahui agar para kader ini tahu prosesnya. Sehingga saat terjun langsung nanti bisa memahami betul apa yang terjadi di masyarakat. Materi ini sangat diperlukan sebagai pengetahuan awal tentang penganggaran bagi desa. Karena dalam UU. No. 6 tahun 2014 setiap desa akan mendapat dana sekitar 1 Milyar. Tentu dana yang sangat besar bagi desa dan tentu membutuhkan pengawasan dan proses penganggaran yang benar sehingga dana tersebut nanti bisa tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan sekelompok orang tertentu. 

Kemudian materi yang kedua disampaikan oleh bapak Muhammad Syariful Wa’i mengenai perencanaan keuangan desa. Dalam penjelasannya, beliau berpendapat bahwa dalam perencaan keuangan desa tidak hanya bisa berdasarkan teori yang ada. Karena pada faktanya, data yang ada tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di masyarakat. Untuk itu dalam proses penganggaran, beliau menjelaskan bahwa sebagai kader kita harus tahu siapa yang berpengaruh di masyarakat. Proses penganggaran seringkali bercampur dengan kepentingan politik. Untuk itu kita harus bisa mendekat kepada orang yang berpengaruh di desa.



Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus