Skip to main content

Hardiknas, Aliansi Mahasiswa UNISNU Jepara Mengadakan Mimbar Bebas Kampus

mimbar bebas kampus unisnu, orasi mahasiswa unisnu jepara
Mimbar Bebas kampus yang dilaksanakan pada Selasa,(2/5) untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa di samping masjid kampus UNISNU Jepara
Jepara – Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama’ (UNISNU) Jepara bertepatan pada hari pendidikan nasional mengingatkan fungsi dari tempat pendidikan perguruan tinggi dengan mengadakan mimbar bebas pada Senin, (2/5) di samping Masjid Kampus. Dalam mimbar bebas kali ini beberapa mahasiswa bergantian melakukan orasi mengenai tuntutan terhadap pihak Rektorat UNISNU Jepara.

Mimbar bebas dilakukan dikarenakan kegundahan dan aspirasi mahasiswa untuk berdialog bareng dengan pihak rektorat belum mendapat tanggapan. 

“Kami dari BEM U (Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas) dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) sudah beberapa kali mengajukan surat berdialog bareng dengan rektorat belum mendapat tanggapan dari pihak rektorak. Harapan kami mimbar bebas mendapat tanggapan dari pihat rektorat untuk kemajuan kampus UNISNU Jepara” ujar Abil Mawahib saat melakukan orasi di depan puluhan mahasiswa.

Ada 5 point yang diajukan mahasiswa yang harus dipenuhi pihak kampus pertama, mengetahui visi dan misi baru rektor UNISNU jepara, kedua mengenai transparansi penggunaan keuangan kemahasiswaan yang selama ini hanya diketahui oleh pihak rektorat. Ketiga, lebih memperhatikan organisasi intra kampus. keempat, adanya tranparansi dalam pengangkatan dosen, karyawan, dan rektor. Kelima, peraturan yang di buat rektorat harus pro Mahasiswa.

Kekecewaan harus didapat oleh pihak mahasiswa karena saat mimbar bebas dari pihak rektorat tidak ada yang berkenan untuk menemui.

“walaupun kali ini kami belum menapat tanggapan dari pihak rektorat, kami berharap pihak rektorat segera mau untuk berdialog dengan mahasiswa untuk menemukan solusi tebaik (win-win solution). Kalau tidak mendapat tanggapan hal yang lebih buruk dari mimbar bebas barangkali akan terjadi” ujar Muwasaun Niam selaku Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UNISNU Jepara.

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus