Skip to main content

Memperkenalkan Ilmu Falak Ke Berbagai Penjuru Di Jepara

Pelatihan Ilmu Falak ke 11 Fakultas Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara
Bpk. Hudi Mengenalkan ilmu falak ke MA Ki Aji Tunggal Karang Aji yang bekerjasama dengan KKN UNISNU Karang Aji

LPM BURSA - Jepara, Kamis (30/1) Fakultas Syariah Dan Hukum Unisnu Jepara khususnya Prodi Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah telah merekahkan sayapnya ke berbagai penjuru di Jepara. Hingga saat ini sudah 11 Madrasah Aliyah (MA) yang sudah di berikan pelatihan ilmu falak (astronomi) dari yang pertama dari MA Hasyim Asy’ari Bangsri hingga yang kemarin Fakultas Syariah dan Hukum bekerjasama dengan KKN UNISNU yang ada di Desa Karangaji yang sedang membuat Program Di MA Ki Aji Tunggal Karangaji Kedung Jepara, pelatihan tersebut yang dikhususkan pada menghitung kalender jawa, membuat kalender, mengenalkan Rukyatul Hilal serta menghitung arah kiblat.

Pelatihan tersebut guna mengenalkan Ilmu Falak (Astronomi) yang sekarang sudah sangat langka dipelajari oleh generasi muda di Madrasah Aliyah sehingga dari situ Fakultas syari’ah dan Hukum UNISNU Jepara ingin mengenalkan kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah yang ada di Jepara.

Untuk itu Fakultas Syariah dan Hukum UNISNU Jepara memberikan peluang pada Siswa-Siswi yang menyukai ilmu tersebut untuk bergabung dan mempelajarinya di Fakultas Syari’ah dan Hukum. Fakultas Syari’ah merupakan fakultas yang berkecimpung di dunia hukum keluarga dan prospek yang di hasilkan dari Fakultas Syariah adalah Seorang Hakim, Advokad (pengacara), pegawai KUA, Pegawai Pengadilan Agama, Dosen, Guru dan lain sebagainya.

Fakultas Syariah dan Hukum juga memiliki Prodi Perbankan Syariah, prodi tersebut banyak mempelajari ilmu-ilmu ekonomi Islam sehingga Siswa-Siswi yang ingin berkecimpug di dunia perbankan bisa mempelajari ilmunya di Fakultas Syari’ah Dan Hukum Prodi Perbankan Syari’ah.
 RS.Zain

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus