Skip to main content

Racana Unisnu Tingkatkan Kemampuan Individu Melalui Tri Bina

Anggota Racana memainkan game uji kekompakan
lpmbursa.org - Praja Muda Karana atau yang biasa disingkat dengan Pramuka, merupakan organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan. Pramuka memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya, yang meliputi: Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan pramuka pandega.

Pramuka Pandega adalah tingkatan Pramuka setelah Penegak, yang berusia dari 21 tahun sampai dengan 25 tahun. Pembinaan Pramuka Pandega dilakukan mulai dari tingkat Gugus Depan dalam satuan yang disebut Racana. Seperti racana Kalijaga dan Ratu Kalinyamat di Kampus Unisnu Jepara.
Racana Kalijaga berdiri 20 tahun silam, tepatnya 18 Maret 1995. Saat kelahiran Racana masih dalam naungan kampus Inisnu Jepara, sebelum penggabungan 3 Kampus (Inisnu, Stienu dan Sttdnu) menjadi Unisnu Jepara. Nama Racana Kalijaga diambil dari nama Sunan Kalijaga, yang kemudian kata sunan dihapus karena sudah dipakai oleh Racana lain. Sekarang Racana Kalijaga berada dalam naungan Kampus Unisnu Jepara sejak tahun 2013. Racana Kalijaga sendiri cukup banyak memberikan warna  dalam perjalanan menuju kampus Unisnu.  

Sebelum tahun 2013 hanya ada racana kalijaga, kemudian pada tahun 2013 Racana membuat wadah tersendiri bagi anggota putri dengan membuat Racana Kalinyamat. Sehingga sekarang ada 2 Racana yaitu Racana Kalijaga yang mengayomi Putra dan Racana Kalinyamat merupakan wadah bagi berproses bagi putri.

Kegiatan Racana lebih fokus dalam melaksanakan Tri Bina yaitu bina diri, bina satuan dan bina masyarakat. “Bina diri lebih fokus untuk membentuk karakter masing-masing individu. Bina satuan berfungsi dalam mengamalkan kemampuan pada banyak orang. Bina masyarakat yang biasanya dilakukan adalah melakukan sosial kemasyarakatan” jelas Dodo selaku Ketua Racana Kalijaga.

Racana Kalijaga dan Kalinyamat Unisnu memfasilitasi anggotanya untuk membina ekstrakurikuler Pramuka di satuan baik Siaga, Penggalang, maupun Penegak. Selain itu, banyak anggota Racana yang telah mengabdi di berbagai sekolahan seperti SD, SMP, atau SMA sederajat untuk menjadi Pembina. “Sudah banyak anggota Racana yang mengabdi disekolahan untuk menjadi Pembina pramuka baik di satuan, siaga, penggalang maupun penegak” Banyak kegiatan yang dilakukan dan dirancang Racana dalam mendidik dan membentuk karakter anggotanya melalui rancangan kegiatan dalam satu tahun yang telah dibuat dalam rapat kerja (Raker), seperti Petara & OPK, Pendidikan dan Pelantikan (Diklan), Pelantikan Pandega, HUT Racana (Penggalang), Musrak (Musyawarah Racana) untuk membahahas AD/ART, pemilihan mandataris Racana dan masih banyak lagi kegiatan yang bermanfaat lainnya.

Kegiatan Racana selain mengutamakan kedisiplinan untuk membentuk karakter anggotanya secara tidak langsung akan mengerti dan merasakan sebuah jalinan antar anggota seperti keluarga sendiri, serta mengajak semua mahasiswa untuk ikut dalam anggota Racana baik yang sudah pernah mengikuti proses di SMA ataupun belum pernah sama sekali. Karena nanti akan diajak belajar, menggali kemampuan dan latihan ketrampilan bersama. (Muwasaun/LPM BURSA)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus