Skip to main content

Evaluasi PPL Satu Bulan, FSH Gelar Seminar Destinasi

Evaluasi PPL Satu Bulan, FSH Gelar Seminar Destinasi
Pembukaan Seminar Destinasi oleh Dekan Fakultas Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara pada hari Selasa (8/9) bertempat di ruang 1A gedung Hijau UNISNU Jepara
LPMBURSA.COM, Jepara - Fakultas Syari’ah dan Hukum UNISNU Jepara telah menyelenggarakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di 3 Kantor Urusan Agama dan Pengadilan Agama Jepara sejak 3 sampai 26 Agustus 2015. PPL merupakan kegiatan belajar mahasiswa yang dilakukan di lapangan untuk mengintegrasikan pengetahuan teoritis yang diperoleh di kampus dengan pengalaman praktik di lapangan sehingga keahlian khusus yang menjadi target kompetensi fakultas program studi dapat tercapai.

PPL yang diselenggarakan pada tahun ini berbeda dengan yang tahun sebelumnya. Pada tahun ini mahasiswa diharuskan PPL selama 1 bulan di 2 instansi yang berbeda. Sedangkan pada tahun sebelumnya mahasiswa cukup PPL selama satu bulan. Hal ini yang menjadi salah satu perbedaan antara Tahun ini dan sebelumnya sehingga padatahun ini Fakultas Syari’ah dan Hukum menargetkan pada peserta untuk lebih memahami apa yang mejadi permasalahan yang ada di KUA yaitu KUA Bangsri, KUA Tahunan serta KUA Pecangaan dan Pengadilan Agama.

Pada hari Selasa, (8/9) Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Nahdlatul Ulama’ (UNISNU) Jepara mengadakan seminar Destinasi Praktik Kerja lapangan Lapangan (PPL) di ruang 1A Gedung Hijau UNISNU Jepara. Pada acara ini dihadiri jajaran Dekanat, Dosen Pembimbing Lapangan dan seluruh Peserta PPL.

Hasil seminar destinasi akan menjadi salah batu bentuk indikator serta evaluasi dari penyelenggaraan PPL selama satu bulan. Dengan telah berjalannya PPL selama satu bulan, Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum berharap ilmu yang didapat dari 3 Kantor Urusan Agama dan Pengadilan Agama Jepara dapat diterapkan di lingkungan Kampus dan Masyarakat.

“Hasil dari PPL di KUA dan Pengadilan Agama akan di tindak lanjuti mahasiswa di lingkungan Fakultas dan Masyarakat” Ungkap Barowi. selaku Dekan Fakultas Syar’ah dan Hukum. (Niam/LPMBURSA)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus