Skip to main content

Profil Unit Seni Budaya (USB) UNISNU Jepara

A. Sejarah USB
Sejarah USB berawal dari sejarah TEATER HATI. Teater Hati adalah cikal bakal UKM Seni Dan Budaya (USB) STIENU Jepara. Berdiri pada tahun 2000 dengan tokoh perintis “Ngatman dan Makhali”. Teater Hati sudah dalam formasi UKM yang diakui di kampus STIENU Jepara.

Tahun 2001 ketuka wisuda perdana STIENU Jepara, dibentuklah paduan suara untuk dapat ditampilkan di acara tersebut. Formasi paduan suara yang digunakan masih UNISONO (satu suara) dan belum ada pemecahan suara SATB (Sopran Alto, Tenor Bass). Formasi tersebut digunakan dari tahun 2001 sampai 2006 dan paduan suara tersebut masih belum mempunyai nama dan belum menjadi UKM.
 
Kisah selanjutnya dari terbentuknya band kampus, berawal dari ide 3 mahasiswa STIENU Jepara yang sekarang menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNISNU Jepara. Ke 3 mahasiswa itu menginginkan adanya suatu wadah yang bisa menampung kreatifitas seni dari mahasiswa. Pada saat itu bertepatan dengan masa penerimaan mahasiswa baru STIENU jepara, sehingga mereka berupaya untuk mempromoskan STIENU Jepara melalui kreatifitas music yang lebih khusus dalam formasi band.
 
Berawal dari niat itu mereka mencari dukungan dari beberapa teman lainnya dan mereka memutuskan untuk memenui Ketua STIENU JEPARA yaitu “Bp. SETIYONO, SE, MM” untuk bisa mengabulkan rencana tersebut. Dan akhirnya Ketua STIENU JEPARA menyetujui hal tersebut dengan catatan ada pengabungan antara 3 elemen tersebut (Teater, Paduan Suara, Band). Bermodalkan restu tersebut terbentuklah UKM Seni dan Budaya (USB) yang bertepatan pad tanggal 17 Ramadhan 1427 H (10 Oktober 2006).
 
B. Buruan Gabung USB FEB UNISNU Jepara
USB FEB UNISNU jepara ini merupakan salah satu wadah untuk anda yang memiliki jiwa seni. Untuk anda yang memiliki bakat atau keahlian di teater, band atau paduan suara silahkan gabung saja dengan USB. Akan terasa sia-sia kalau bakat anda itu cuma kalian pendam dan tak pernah kalian latih. Siapa tau bakat anda memiliki potensi untuk memajukan organisasi maupun kampus.
 
Untuk anda yang memiliki bakat teater, sangat tepat sekali karna USB kini memberikan wadah buat anda penyuka teater terutama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNISNU Jepara. Dan kami sangat kekurangan juga SDM buat teater jadi kalau anda memiliki bakat teater dan ingin menghidupkan teater maka dari itu mari gabung dengan kami.
 
Untuk anda yang memiliki paduan suara, sangat tepat sekali karna USB kini memberikan wadah buat anda penyuka Paduan Suara. Hampir setiap ada acara di kampus UNISNU Jepara, Paduan Suara kita sering juga disuruh untuk mengisi acara tersebut dan selain itu kami juga sering mengisi keluar kampus juga. Jika kamu suka bernyayi gabung dengan kami.
 
Untuk anda yang memiliki band, sangat tepat sekali karna USB kini memberikan wadah buat anda penyuka Band. Kami sudah memiliki studio music dimana bakat anda nantinya bisa kami latih disitu dan selain itu kami juga lagi membutuhkan orang-orang yang memiliki keahlian bermusik untuk bisa memajukan USB dan UNISNU. Buruang gabung dengan USB UNISNU Jepara.

KAMI TUNGGU KALIAN GUYSSS

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus