Skip to main content

Pahami Hukum Acara Persidangan Melalui Simulasi Persidangan di Pengadilan Agama Jepara

Simulasi Persidangan Fakultas Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara, Peserta PPL mengikuti simulasi persidangan
Mahasiswa Peserta PPL Fakultas Syari'ah dan Hukum UNISNU Jepara melaksanakan Simulasi Persidangan di ruang Pengadilan Jepara pada Jum'at, (21/8)
LPMBURSA.COM, Jepara - Mahasiswa Fakultas Syari'ah dan Hukum UNISNU melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Pengadilan Agama Jepara mulai tanggal 18-28 Agustus 2015. Dalam PPL kali ini tidak hanya melakukan pengamatan yang ada didalam lingkungan Pengadilan Agama Jepara. Melainkan juga melaksanakan Praktik Simulasi persidangan secara langsung.

Pada hari Jum'at (21/8) 44 Mahasiswa dibagi menjadi 3 kelompok untuk melaksanakan simulasi Persidangan perceraian di ruang sidang Pengadilan Agama Jepara. Dalam simulasi tersebut langsung dalam pengawasan dan pengarahan dari hakim Rifa'i.
Dalam sela-sela simulai mahasiswa selalu mendapatkan arahan dari Rifa'i baik itu ketika menjadi ketua hakim, hakim anggota, panitera, penggugat, tergugat dan saksi-saksi ataupun dalam hukum acara persidangan perdata. "Perhatikan acara persidangan, karena seringkali kita belum paham mengenai acara persidangan" ingat Rifa'i.

Mahasiswa tidak hanya cukup sekali melakukan simulasi persidangan untuk memahami mengenai alur acara yang ada dalam persidangan "saya mengharapkan Mahasiswa untuk melakukan simulasi persidangan berulang-ulang agar dapat mengerti." Imbuh Rifa'i

Selain itu Rifa'i juga mengingatkan mengenai simulasi yang digelar dikampus untuk membiasakan mahasiswa melakukan persidangan suatu saat nanti. "Mahasiswa bisa melakukan simulasi persidangan di kampus juga"

Ketiga simulasi berjalan lancar dan diyakini menambah ilmu bagi mahasiswa. "Asyik mengikuti simulasi langsung berada dalam arahan hakim Pengadilan Agama Jepara, dan ilmu yang biasanya belum saya dapat di kampus kali ini saya dapatkan dari simulasi kali ini." tutur Muwasaun Niam. (Redaksi lpm bursa)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus