Skip to main content

FSH UNISNU dan Kemenkumham Mengkaji Undang-Undang Jaminan Fidusia

FSH UNISNU dan Kemenkumham Mengkaji Undang-Undang Jaminan Fidusia
FSH UNISNUdan Kemenkumham mengkaji undang-undang jaminan fidusia di RM. Pondok Rasa Jepara pada Selasa, (25/8)
LPMBURSA.COM, Jepara - Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Nahdlatu Ulama' (UNISNU) Jepara dan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Jawa Tengah pada Selasa (25/8) pagi di RM. Pondok Rasa untuk mengadakan Focus Group Discussion (FGD) guna rembuk bareng (membahas-red) mengenai mengkaji tentang Jaminan Fidusia. Dalam acara tersebut Setyawati, S.H., M.Hum (Kemenkum-HAM), Wahidullah, S.H.I., M.H (Akademisi UNISNU Jepara) dan Ulin Nuha, S.H., M.Kn (Notaris dan PPATK Jepara) menjadi pemateri dalam acara kali ini.

Dalam acara tersebut mengambil tema tentang “Pentingnya Akta Jaminan Fidusia sebagai Jaminan Kredit pada Lembaga Pembiayaan Konsumen” serta dihadiri oleh Jasa Leasing, Pengacara, Akademisi, Mahasiswa dan BMT di Jepara.

Acara kali ini berfungsi untuk memahamkan tentang pentingnya akta jaminan fidusia sebagai suatu perjanjian pokok yang menimbulkan hak dan kewajiban "dasar hukum fidusia termuat dalam Undang-Undang No. 42 Tahun 2009 ayng saat direvisi sebagian isinya dengan Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 2015" tutur Setyawati selaku perwakilan sambutan Kemenkum-HAM

Dalam jaminan fidusia memuat mengenai 5 hal pokok dalam undang-undang fidusia. “setidaknya ada 5 hal pokok dalam undang-undang jaminan fidusia, antara lain idenstitas pemberi dan penerima jaminan fidusia, tanggal nomor akta jaminan fidusia serta tempat kedudukan notaris, akta perjanjian, uraian objek jaminan dan nilai objek jaminan” tutur Gun Sudiryanto selaku perwakilan sambutan dari UNISNU Jepar. (Redaksi Lpm Bursa)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus