Skip to main content

Teknologi dalam membangun desa tertinggal

Pendatangan UNISNU dan Kementerian desa
Pendatangan kerjasama antara UNISNU dan Kementerian desa
Kamis, (9/4) Universitas Islam Nahdlotul Ulama’ (UNISNU) mengadakan Istighosah Kubro. Dalam acara tersebut Drs. H. Barowi, M.Ag, yang memimpin acara istighosah kubro. Sedangkan Seminar Pembangunan Desa tertinggal oleh H. Marwan Ja’far, S.E., S.H., M.S., M.Si., Menteri Desa, Pembangunan Daerah Teringgal dan Transmigrasi Republik Indonesia dengan Undang - Undang Nomor. 5 Tahun 2015 dan Undang - Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pembangunan Desa yang Tertinggal.

“UNISNU mengadakan seminar pemberdayaan Daerah Tertinggal dengan Menteri Daerah. Pemberdayaan Daerah Tertinggal agar supaya lebih maju dengan melalui pengembangan dan pembangunan untuk penyuluhan Kelompok Kerja Nyata guna untuk mengmbangkan Daerah tertinggal dan penghubung transmigrasi di seluruh kalimantan dengan APBN 2015. Dan UNISNU sebagai Perguruan Tinggi harus bisa maju dan berkembang agar menjadi masyarakat baru dengan pemberdayaan untuk menjadi kelomok anggota Nahdlotul Ulama’ di daerah – daerah”. Tutur Marwan Ja’far  .

Menurut beliau desa sudah dikatakan maju apabila sudah memenuhi syarat –syarat berikut:

1.      Desa yang masyarakatnya tidak buta dengan huruf.
2.      Desa yang masyarakatnya sudah memberdayakan Sumber Daya Alam  dan Sumber Daya Manusia dari menggunakan pemanfaatan hasil dari daerah tersebut.
3.      Desa yang masyarakatnya sehat dengan pengembangan Ibu – ibu KKN dengan penyuluhan tetang melahirkan dan memberikan asih yang baik terhadap anak.
4.      Desa yang masyarakatnya sudah mampu mengembangkan simpan pinjam desa agar lebih maju untuk mengembangkan ekonomi daerah.

Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu mengelola kegiatan informasi pemerintahan desa memberi peluang baru untuk melayani masyarakat dengan cepat, akurat, relevan dan tepat waktu. Selain masyarakat di untungkan dengan layanan cepat dan terbuka, pemerintah pusat juga di untungkan dengan naiknya pendapatan asli daerah. Karena begitu cepatnya akses  pusat tentang potensi - potensi darah yang bisa di kembangkan. Dan saya sebagai putra darah merasa ikut bertanggung jawab tentang perkembangan desa saya kedepan, sebangai wujud sumbangsih dari seorang putra daerah.

Teknologi Membangun Desa dalam peradaban manusia, teknologi sudah banyak membantu kehidupan manusia hingga kini. Masih ingat bagaimana manusia purba yang hidup ribuan tahun yang lalu dalam menggunakan kapak yang terbuat dari pecahan batu saat hendak memotong atau megupas sesuatu. Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, teknologi di kembangkan untuk membuat hidup lebih baik, efisien, dan mudah. Penggunaan pecahan batu mulai di tinggalkan yang kemudian mulai tergantikan dengan potongan besi/baja atau sekarang kita sebut dengan pisau. Singkat kata, teknologi merupakan upaya manusia dalam membuat kehidupannya menjadi lebih sejahtera, lebih baik dan mudah

Tidak bisa dihindari, manusia selalu hidup bersama teknologi. Sudah jutaan manusia yang hidupnya terbantu oleh kemajuan teknologi. Tidak hanya masyarakat yang hidup diperkotaan, masyarakat yang mendiami daerah - daerah terpencil pun kini sudah merasakan kemajuan teknologi. Bagaimana para petani yang biasanya membajak sawah menggunakan hewan ternak kerbau ataupun sapi, kini mulai beralih menggunakan alat membajak dengan menggunakan mesin. Para nelayan tidak lagi melaut hanya mengandalkan tiupan angin. Mereka sudah mulai menggunakan mesin motor untuk menangkap ikan. Dengan adanya teknologi, sudah tidak terhitung berapa orang warga desa yang terbantu hidupnya. Dalam bekerja, mereka semakin lebih mudah.

Hadirnya teknologi di desa, secara tidak langsung meningkatkan kemampuan produksi, memberikan nilai tambah pada komoditas lokal unggulan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Tidak hanya itu saja, teknologi menciptakan kelompok - kelompok usaha mandiri yang berkemampuan dalam kegiatan ekonomi produktif. Teknologi membuat desa semakin maju. (Yazid)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus