Skip to main content

Seleksi Kemampuan Dosen

Seleksi Kemampuan Dosen, kemampuan dosen, pendaftaran dosen, kuliah, dosen berkualitas
Seleksi Dosen
Akhir-akhir ini, setelah kampus terlahir sebagai Universitas, banyak pula lahir seorang dosen dengan gelar baru yang secara kualitas ada yang baik namun ada pula yang bisa dianggap kurang memumpuni. Kelahiran Universitas memang membutuhkan banyak dosen. Akan tetapi dosen tidak asal pilih, dari segi pengetahuan dan pengajaran harus menjadi pertimbangan utama. Dengan umur kampus yang masih muda, saya kira belum banyak pertimbangan atau juga bisa dikatakan sudah mempunyai standarisasi namun belum selektif. Hal ini perlu difikirkan terkait output dari perkuliahan mahasiswa. Dosen yang kurang memumpuni dapat saya katakan menghambat daya fikir mahasiswa. Oleh karenanya dosen yang berkualitas adalah kebutuhan mahasiswa saat ini.

Dalam memilih seseorang dosen kiranya tidak cukup dengan menilai gelarnya saja. Pendapat saya pribadi bahwa dosen yang kurang aktif dalam perkuliahan membosankan sekali. Kedepan, kampus ini harus lebih selektif memilih calon dosen dengan standarisasi yang ada. Hal ini penting dilakukan semata-mata demi kebaikan semua mahasiswa, juga Universitas.

Asas professional kiranya perlu ditunjukkan terkait memilah dosen-dosen baru. Selama ini hubungan keluarga, kerabat maupun teman, menjadi pertimbangan yang seakan mutlak harus masuk dalam sistem kampus. Hal ini jika dilanjutkan maka tidak dipungkiri bila dinasti kecil dalam dunia akademik akan muncul dengan kepentingan mencari posisi aman dan tinggi. Hal inilah yang harus dipertimbangkan demi kemajuan dan kebaikan serta output mahasiswa. Maka dari itu, uji kelayakan harus selalu wajib dilakukan sebelum menjadi dosen di kampus ini, entah berupa ujian tes intelektual, training mengajar ataupun hal lainya.
Achmad Firman
Mahasiswa Syari’ah dan Hukum, Semester VI
UNISNU Jepara

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus