Skip to main content

MAPABA Bukan Hanya Ajang Formalitas

Pembaiatan: Peserta Rayon Syari'ah, Saintek, Dakwah sedang di baiat oleh Panitia MAPABA di tenggah Malam
Jepara-Masa Penerimaan Anggota Baru atau yang biasa disebut dengan MAPABA yang diselengarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sejatinya bukan hanya sebagai ajang formalitas belaka. Pasalnya di kegiatan tersebut calon Anggota PMII didoktrin (diberi pemahaman) terkait apa itu PMII yang sebenarnya. Baik nilai-nilai, norma-norma dan Produk hukum PMII lainnya. Di MAPABA tersebut kader juga diberi pemahaman tentang Nilai Dasar Pergerakan (NDP) yang menjadi acuan gerak PMII, Aswaja sebagai suatu paham, dan juga Tipologi dari Mahasiswa.

Seperti halnya MAPABA yang dilakukan oleh PMII Rayon Saintek, Syari’ah dan Dakwah gelombang 2 pada 10-12 Oktober 2014 di Gedung MWC NU Kecamatan Mlonggo kemarin. Dari tema yang diangkat yaitu “Menanamkan Kerangka Idiologi Gerakan demi Terwujudnya Jiwa yang Kritis dan Sosialis” diharapkan pasca mengikuti MAPABA ini kader yang direkrut akan benar-benar mempunyai jiwa yang kritis. Kritis disini yang dimaksudkan adalah kritis dalam segala hal, antara lain kritis baik dilingkungan Kampus maupun dilingkungan dimana kader ini tinggal. Namun bukan kritis yang sifatnya menjatuhkan akan tetapi kritis yang bersifat membangun.

Selain kritis kader juga diharapkan mampu mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Sosial yang berarti peka dengan kondisi sosial masyarakat ketika terjadi suatu permasalahan atau kasus tertentu. Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang belum terselesaikan yang menjadi PR besar bagi Bangsa ini. Mahasiswa yang mendapat julukan sebagai Agent of Change (agen perubahan) minimal harus mampu menjawab permasalahan-permasalahan tersebut. Di PMII diajarkan bagaimana Kader ini mampu peka terhadap semua permasalahan yang ada disekitar kita.

Masyarakat tidak pernah dan tidak akan pernah menanyakan berapa IP dari Mahasiswa, tapi yang dipertanyakan oleh masyarakat adalah apa yang akan dilakukan Mahasiswa terhadapnya. Artinya, peran serta dari Mahasiswa terhadap Masyarakat ini sangat penting. PMII secara tidak langsung juga melaksanakan itu lewat Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.
Sedangkan MAPABA sebagai ujung tombak awal kaderisasi formal yang ada di PMII harapannya mampu mencetak kader-kader potensial yang nantinya akan mampu menjawab semua tantangan dan permasalahan yang ada disekitar masyarakat.(RS/ Iklil)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus