Skip to main content

UNISNU Raih Juara 1 Debat PORSENI FKPTS 2014

Tiga kiri (Iga Kurniawan, Azam Muslim, Usman),
Tim Debat Fakultas Syaria'ah dan Hukum saat berfoto bersama TIM PORSENI UNISNU
JEPARA - Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum  UNISNU Jepara Meraih juara 1 dalam lomba debat tingkat KOPERTAIS Wilayah X Jawa Tengah. Pada tanggal 23-24 Agustus 2014 lalu UNISNU Jepara mengikuti PORSENI (Pekan Olah Raga dan Seni) di Kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang diselenggarakan oleh KOPERTAIS wilayah X Jawa Tengah.
Berangkat dengan tujuh peserta dan satu pendamping yang dipilih oleh pihak kampus. Namun hanya mengikuti tiga cabang lomba yaitu, Qiroatul Kitab, Tilawah Al Quran dan Debat. Nama peserta lomba yang dikirim adalah Miftahul Huda (Fakultas Dakwah Semester 5), Umi Latifah (Fakultas Syariah Semester 5), Siti Aisiah dan Rohmat Zainuri (Fakultas Dakwah semester 9), Iga Kurniawan dan Azzam Muslim (Fakultas Syariah semester 5), dan Usman (Fakultas Dakwah Semester 7).
Pada mulanya peserta yang dipilih terkesan mendadak. Karna hanya mempunyai waktu empat hari untuk mempersiapkan perlombaan. Kendati demikian mereka tetap semangat dan menikmati kompetisi sampai akhir. Tidak hanya itu, sebuah predikat Juara satu pun dapat diraih melalui Lomba Debat.

Sebuah Anugrah
Salah satu anggota tim debat Iga Kurniawan mengatakan bahwa juara yang ia raih dan kawan-kawan adalah sebuah anugrah Allah yang tidak diduga. Mengingat begitu mendadaknya waktu yang diberikan oleh pihak kampus sehingga persiapan belum maksimal. Selain itu, tim debat sempat dikagetkan dengan materi yang berubah dari jadwal sebelumnya. Dengan terpaksa, tim peserta lomba debat harus mempelajari 20 tema yang akan diperdebatkan selama dua jam sebelum dimulai.

Dimulai dengan perjalanan mulus, peserta UNISNU mampu mencapai Semi Final dengan mengalahkan STIT Kendal. Di Final, UNISNU berhadapan dengan UNDARIS Ungaran yang sebelumnya berhasil menyingkirkan STAIMAFA Kejen. Pertarungan adu argumen semakin menarik hingga menyita perhatian dewan juri untuk menilai. Hal ini terlihat dengan nilai akhir kedua tim yang hanya selisih satu poin. Sehingga dewan juri mengumumkan tim peserta UNISNU sebagai pemenangya.

Iga Kurniawan
Mahasiswa Semester 5 Fak. Syariah dan Hukum
Dan Santri PonPes Darut Ta’lim Bangsri

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus