Skip to main content

Profil AL KHIDMAH UNISNU JEPARA

AL KHIDMAH KAMPUS
Selayang Pandang
Jamaah Al Khidmah dideklarasikan pada tanggal 25 Desember 2005 di Semarang, Jawa Tengah. Pendiri perkumpulan ini adalah Hadratus Syaikh KH. Ahmad Asrori Al Ishaqy RA. Beliau adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al fithrah Kedinding Surabaya sekaligus Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Al Utsmaniyyah.

Dan pada tanggal 29 Oktober 2010, sehari selepas hari Sumpah Pemuda, di CafĂ© Teraccota Jalan Siliwangi Semarang, Dida Nagara Anwar Sadat, bersama 30 Mahasiswa dari 7 Perguruan Tinggi di Semarang menginisiasi berdirinya “AL KHIDMAH KAMPUS”

Nilai pokok ajaran dan Harapan
Kehadiran Al Khidmah Kampus adalah harapan baru bagi pengembangan Al Khidmah kedepan.
Terutama untuk meneruskan cita-cita Pendiri Al Khidmah, yakni menjadikan Al Khidmah
sebagai Oase Dunia, baik secara amaliah maupun ilmiah.

Nilai pokok ajaran Al Khidmah adalah terwujudnya para akademisi dan mahasiswa yang:
1. Mau bersama-sama berdzikir kepada Allah SWT
2. Mau bersama-sama duduk bersholawat kepada Rosulillah SAW.
3. Mau bersama-sama, berkumpul untuk mendoakan kedua orang tua, para pemimpin,
para dosen pendidik, para pahlawan, para guru hingga Rasulullah SAW; mau bersama-sama
saaling mendoakan agar terwujud kesejahteraan lahir dan bathin, diberi keselamatan baik
didunia maupun diakhirat.
4. Mau berjuang meneruskan cita-cita para Salafuna as-sholih.

Aktivitas Al Khidmah, sesungguhnya dapat diuraikan dalam 3 elemen utama:
1. Kemampuan Menyelenggarakan Majlis
2. Kemampuan Mengisi Majlis.
3. Kemampuan Menggerakkan Organisasi.
Elemen ketigaini yang harus dipersiapkan dengan sangat baik. Karena ini menyangkut
perencanaan jangka sangat panjang dan sangat luas, yaitu Al Khidmah harus menjadi
OASE DUNIA & ISTIQOMAH ILA YAUMIL QIYAMAH.(*)

Comments

Popular posts from this blog

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus