Skip to main content

Belasan Mahasiswa datangi Rektorat


Terlihat bapak Eko  sedang menerima Mahasiswa yang sedang melakukan Protes terhadap Kinerja Penerima Pendaftaran Mahasiswa yang disinyalir menonjolkan salah satu fakultas di UNISNU.


UNISNU - Belasan Mahasiswa dan 3 Presiden BEM Fakultas (Fakultas Syari’ah & Hukum, Dakwah & Ilmu Komunikasi dan Tarbiyah & Ilmu Keguruan) ditemani oleh Presiden BEM Universitas mendatangi Kantor Biro III selasa (13/5) kemarin. Mereka menggugat adanya Indikasi Penerima Mahasiswa Baru yang diduga hanya memberikan pengarahan terhadap Calon Mahasiswa Baru untuk mendaftar di salah satu Fakultas.

Kebetulan Kepala Biro III sedang tidak berada ditempat. Namun mereka ditemui oleh Bapak Eko, kemudia belasan Mahasiswa tersebut menyampaikan adanya dugaan indikasi tersebut kepada beliau.
Mereka menyatakan bahwa selama ini ada semacam indikasi saat Calon Mahasiswa Baru mendaftar ke UNISNU, ada semacam pengarahan dari Petugas Penerima Mahasiswa Baru ke salah satu Fakultas sehingga menimbulkan Calon Mahasiswa yang seharusnya tidak mendaftar di Fakultas tersebut menjadi terprovokasi dengan adanya pengunggulan atau penjelasan dari petugas tersebut. Karena petugas Penerimaan Mahasiswa Baru ada 2 orang dan dari Fakultas yang sama sehingga ada ketidak netralan dalam proses Penerimaan Mahasiswa Baru.

Pernyataan tentang adanya penggugulan dari salah satu Fakultas tersebut di bantah dengan tegas oleh Bapak Eko yang mengatakan “Dari Fakultas Ekonomi sendiri sebenarnya tidak ada pengunggulan seperti yang saudara maksud, kebetulan saya orang ekonomi”

Pernyataan bantahan tersebut sangatlah riskan, karena ketika petugas penjaga Penerimaan Mahasiswa Baru tersebut berasal dari salah satu fakultas, maka ada dugaan untuk memajukan/mengunggulkan Fakultas dimana ia berasal. Dan ketika petugas tersebut hanya dari satu Fakultas, maka takutnya petugas ini tidak mampu untuk menjelaskan masing-masing Fakultas yang ada di UNISNU Jepara.

“Yang menjadi kekhawatiran kami dari Petugas disitu adalah mereka kurang mampu menjelaskan masing-masing prodi yang ada di masing-masing Fakultas. Ada semacam pengunggulan dari salah satu Fakultas dan hasil pendaftaran berkurang dari tahun kemarin untuk 3 Fakultas yang ada di Gedung Hijau UNISNU Jepara.” Ungkap M. Sunani (Presiden BEM Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan)

“Daripada menimbulkan kecemburuan yang berkepanjangan dan dipikir juga tidak berat kalau Universitas membuka 5 meja untuk masing-masing Fakultas di Ruang Penerimaan mahasiswa Baru. Dan masing-masing meja tersebut diisi oleh petugas dari setiap Fakultas. Kalau tidak demikian kamitakut ini justru akan menjdai letupan buat kami yang ada di 3 Fakultas.” Imbuh M. Syaiful Kalim, Periden BEM UNISNU Jepara.

Mereka juga memberikan solusi untuk menambah jumlah petugas Penerimaan Mahasiswa Baru dari masing-masing Fakultas. “Jika hal tersebut tidak bisa dipenuhi lebih baik pendaftaran Mahasiswa Baru dikembalikan kepada pihak Fakultas untuk menimilasir ketidaktahuan informasi mengenai Fakultas yang diinginkan Calon Mahasiswa.” Imbuh Saiful. (RS/Muwasaun Niam)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus