Skip to main content

Mahasiswa Syari’ah Pererat Silaturrahmi Melalui FORMASI


YOGYAKARTA-Mahasiswa Syari’ah mempererat tali silaturrahmi melalui Forum Mahasiswa Syari’ah se-Indonesia (FORMASI). Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Mahasiswa Syari’ah seluruh Indonesia yang bertempat di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Balai Diklat PU Wilayah III Yogyakarta (19-22 Desember) kemarin.

Acara yang bernama 18th & Silaturrahmi Nasional Forum Mahasiswa Syari’ah se Indonesia (SILATNAS FORMASI) dengan tema “Mahasiswa Syari’ah Mengawal Indonesia 2014”. Acara tersebut membahas masalah gelar dari Mahasiswa Syari’ah yang dulunya S.HI sekarang menjadi S.Sy seiring dikeluarkannnya Peraturan Mentri Nomor 4 Tahun 2009 tentang Perubahan Gelar Mahasiswa Syari’ah. Akan tetapi peraturan tersebut tidak tersosialisasikan secara merata, pasalnya masih ada Perguruan Tinggi yang menggunakan gelar S.HI. Pada kesempatan yang cukup langka ini tak luput mahasiswa Syari’ah UNISNU Jepara ikut berpartisipasi untuk mendiskusikan kegelisahan fakultas Syari’ah dalam forum nasional tersebut. Mereka adalah pengurus BEM Fakultas, M. Syaiful Kalim, Arif Makruf, Dofri Sofawatul Anam, dan Muhammad Iklil.

Selain Silaturrahmi Nasional (SILATNAS), dalam acara tersebut juga merayakan ulang tahun FORMASI yang ke-18 tahun. Usia yang cukup dewasa dalam menanggapi berbagai problem yang dihadapi Mahasiswa Syari’ah. Selain itu, memperjelas struktural FORMASI ditingkat Nasional, tentang Dewan Perwakilan Daerah (DPD FORMASI). Karena sejak 18 tahun FORMASI berdiri belum terbentuk DPD dimasing-masing Provinsi.

Saat berlangsungnya acara tersebut banyak sekali kendala yang mengakibatkan kurang kondusifnya peserta. Hal senada dikatakan salah satu peserta dari Kota Madura, “Sepertinya Panitia dan DPP FORMASI belum siap mengadakan acara tersebut, buktinya banyak sekali terjadi kemoloran jadwal dan banyak pemateri seminar yang tidak bisa hadir” ujarnya. Tetapi pernyataan tersebut ditanggapi oleh Ketua DPP FORMASI, Ahmad Yani, saat berada dalam forum. “Kami sudah berkoordinasi dengan pemateri jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. Kami juga melakukan koordinasi dengan pemateri lainnya untuk menanggulangi ketika pemateri utamanya tidak bisa hadir, tetapi beliau masih saja tidak bisa hadir karna banyaknya acara dari masing-masing pemateri” tegasnya kemarin.

Peserta Meningkat
Jumlah peserta terjadi peningkatan sekitar 30% dari tahun ketahun. Terbukti dari banyaknya peserta baru yang mengikuti FORMASI. Banyak mahasiswa baru yang tergabung dalam FORMASI. Akan tetapi banyak pula anggota yang aktif di tahun-tahun sebelumnya kini tidak hadir. Hal serupa juga dinyatakan oleh MPP FORMASI Mbak Yana (begitu peserta menyebutnya). Terlihat ketika ditanya tempat asalnya masih banyak yang asing. Beliau juga menegaskan bahwa memang terjadi peningkatan peserta yang signifikan untuk SILATNAS kali ini.

Acara 18 th & SILATNAS FORMASI ditutup dengan berwisata ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Seluruh peserta antusias untuk mengikuti penutupan, karna sebagian peserta belum pernah berkunjung ke tempat wisata tersebut. (RS-iklil)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus