Skip to main content

Mencarai Kualitas dimasa Transisi


Sudah seumur jagung kiranya tiga lembaga menjadi satu (Universitas). Segala sistem baik akademik maupun administrasi perlu pembenahan dengan stategi jangka panjang dan pendek. Hal ini tertuang dalam program kerja yang dijalankan oleh masing-masing fakultas. Namun disisi lain masih banyak sekali yang harus ditata ulang sehingga menghasilkan sistem yang nyaman dan baik. Di masa transisi saat ini mahasiswa perlu berbenah diri memperbaiki kwalitas diri sesuai dengan jargon UNISNU ; Cendekia dan Berahlakul karimah.

Kwalitas diri bukanlah suatu proses yang mudah dan ringan, perlu usaha dan iktikad yang kuat untuk meraih itu semua. Sebagai mahasiswa UNISNU, sudah pasti menjunjung tinggi ahlakul karimah dari sisi manapun. Hal ini tentu menjadi cerminan mahasiswa berkualitas dari segi sikap. Akan tetapi kualitas memiliki beragam definisi. Namun terdapat tiga definisi utama mengenai kwalitas yang seringkali diimplementasikan dalam dunia pendidikan. Pertama, adalah Quality is Excellent. Layanan yang menggunakan definisi ini membuat patokan bahwa layanan disebut berkualitas jika layanan tersebut merupakan layanan terbaik dibandingkan dengan layanan-layanan lain yang sejenis. Kedua, adalah Quality is Customer Satisfaction. Layanan yang menggunakan definisi ini memandang bahwa layanan yang berkualitas adalah layanan yang dapat memuaskan pelanggan. Ketiga, adalah Quality is Standard. Layanan yang menggunakan definisi ini membuat ukuran bahwa layanan yang berkualitas adalah layanan yang sesuai dengan standar yang telah disusun atau disepakati dalam perencanaan. Kualitas dalam definisi ini mengandalkan pada proses. Dalam hal ini pelayanan dapat diartikan sebagai pelayanan akademik atau juga dapat diartikan sikap, tindakan yang jika dipandang menimbulkan kepuasan bagi yang memandang.

Dalam konteks ini yang tentunya mahasiswa pada umumnya perlu memberikan kepuasan terhadap subyeknya. Subyek disini dilihat dari mahasiswa sebagai agen of Chenge (agen perubahan). Mengapa mahasiswa selalu disematkan pada pundaknya sebagi agen of cahange, karena pada dasarnya mahasiswa sangat dekat dengan masyarakat dan lebih jeli terhadap masalah-masalah sosial. Jika di kaitkan dengan kwalitas mahasiswa maka akan terlihat ketika mahasiswa mampu berkiprah dilingkungannya. Namun, perlu digaris bawahi bahwa mahasiswa yang demikian tidak menjadi patokan mahasiswa yang berkulaitas.

Dimasa transisi inilah kesempatan dan peluang untuk bersaing kemampuan secara akademik dapat dibuktikan. Berwacana dan Indeks Prestasi tinggi menjadi patokan dalam pembuktian kualitas salah satunya. Sehingga setelah lulus dan menyandang sarjana dalam implementasinya tidak terlalu tabu dan asing. Misal, masalah hukum yang terjadi pada masyarakat tentu tidak sama dalam teori perkuliahan, karna hukum selalu berkembang sesuai jaman. Dalam hal ini berwacana sangat penting demi memupuk kwalitas diri menjadi kader bangsa yang muktakid. (RS-Anam/Pimpinan Umum LPM BURSA Periode 2013-sekarang)

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus