Skip to main content

KKN Salah Sasaran

Oleh: Supriyadi
Batealit – Kuliah Kerja Nyata (KKN) INISNU 2011 berorientasi pada Baca Tulis Al-Qur’an sebagai aplikasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi dinilai tidak tepat sasaran.
Setelah menyelenggarakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di berbagai jurusan, kali ini INISNU Jepara mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) 2011yang dimulai tanggal 25 Oktober sampai  3 Desember.
Peserta yang terdiri dari Mahasiswa Fakultas Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah cabang,  Fakultas Syari’ah dan Fakultas Dakwah bahu membahu dan antusias menjalani program- program yang telah dicanangkan, agenda yang sepenuhnya melibatkan warga masyarakat adalah bentuk perwujudan dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian kepada Masyarakat. Dengan BTA diharapkan mampu meminimalisir degradasi pengetahuan masyarakat terhadap huruf-huruf alqur’an, hal ini selaras ketika masyarakat setempat adalah kebanyakan orang-orang muallaf yang masih awam dengan huruf-huruf hijaiyyah.
Tetapi berbeda dengan realita yang terjadi sekarang ini, menurut salah satu mahasiswa yang ikut KKN “BTA kali ini tidak tepat karena kebanyakan dari masyarakat itu sudah tahu bahkan hafal dengan huruf-huruf hijaiyyah, hal ini disinyalir dari kemungkinan bahwa panitia KKN tidak melakukan riset terlebih dahulu”.  
Hal senada juga dilontarkan oleh perserta KKN di Nalumsari, bahwa kebijakan dalam KKN kali kurang tepat sasaran, masyarakat lebih membutuhkan hal-hal yang bersifat mendidik, mengupayakan lapangan kerja baru sesuai jurusan dan aplikasi inovatif yang diberikan oleh mahasiswa kepada masyarakat desa tersebut.
Di akhir perbincangan, mahasiswa tersebut menambahkan “KKN tahun depan diharapkan yang sesuai bidang jurusan masing-masing per-fakultas, jadi orang-orang syari’ah dan dakwah tidak ngajar seperti halnya orang-orang tarbiyah”. Ini yang menjadi PR bagi panitia KKN INISNU tahun depan untuk menciptakan keselarasan program studi dan aplikasinya terhadap pengabdian masyarakat.[Ah/rs]
-Supriyadi
Pimpinan Usaha LPM BURSA
Mahasiswa Fakultas Syari’ah Semester V

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus