Skip to main content

Antara Tuntutan Masyarakat dan Lifestyle

Oleh: Gus Sholah

Antara Tuntutan Masyarakat dan Lifestyle, Antara Tuntutan Masyarakat dan Lifestyle, Antara Tuntutan Masyarakat dan Lifestyle
Antara Tuntutan Masyarakat dan Lifestyle
Disela waktu sibuknya, beliau bapak Sholahuddin, MA. atau biasa dipanggil dengan sebutan Gus Sholah, beliau putra dari KH. Muhsin Ali, pengasuh pondok pesantren Al-Mustaqim Bugel Kedung Jepara menyempatkan diri untuk berbagi pengalaman dengan tim redaksi kemarin malam (22/8). Sebagai tokoh masyarakat beliau sangat peduli dengan perkembangan mahasiswa di era modernitas sekarang ini.

Menurut beliau, “mahasiswa sekarang sangat jauh berbeda dengan mahasiswa era 70-an dulu, mahasiswa sekarang cenderung kurang inten dalam pembelajaran di bangku kuliah, pergi ke kampus hanya sekedar mejeng karena telah menyandang status social yang elit, yakni title sebagai mahasiswa, jadi secara substansi tidak nyambung dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi”. “Lain halnya dengan mahasiswa era 70an dulu, mereka lebih menghabiskan waktu mereka untuk mengikuti kajian-kajian, diskusi dan organisasi yang bersifat akademisi”, imbuh beliau.

Sebagai tokoh masyarakat juga sekaligus dosen STAIMAFA (Sekolah Tinggi Agama Islam Matholi’ul Falah) Kajen Pati, mencermati pada dasarnya penyebab dari kecenderungan mahasiswa tersebut, adalah yang pertama, kultur kapitalisme yang masuk ke dunia pendidikan yang mengkapitalisme semua aspek pendidikan. Penyakit Glamour yang telah menjangkit pada diri mahasiswa seiring derasnya arus modernitas globalisasi, dimana mahasiswa tidak kuasa membendungnya bahkan justru menikmatinya dengan rasa bangga.

Kedua, banyaknya pusat-pusat shoping yang menjamur di lingkungan sekitar kampus. Hal ini memang dipicu karena adanya kebijakan pemerintah yang intinya ”Tumbuhnya aspek ekonomi seperti mall-mall dan pusat-pusat shoping adalah bukti tumbuhnya aspek ekonomi dan modernisasi di suatu daerah tersebut”.  Hal tersebut menjadikan mahasiswa sekarang itu lebih pragmatis dan konsumtif, jadi sangat jauh berbeda dengan kondisi mahasiswa era dulu dimana banyak halaqoh-halaqoh dan tempat-tempat diskusi ilmiah yang mengitari kampus.

Secara karakteristik, mahasiswa terbagi menjadi tiga tipologi yang pasti ditemui di berbagai kampus di Indonesia.

  1. Mahasiswa aktifis, yaitu mahasiswa yang mengabdikan diri dan waktunya untuk organisasi, biasanya study mereka molor tidak sesuai target kuliah, tetapi dalam urusan social terhadap masyarakat, mereka cukup bagus dan mudah beradaptasi karena mereka telah mempraktekkannya dalam proses organisasi.
  2. Mahasiswa Utun, yaitu mahasiswa yang inten dalam perkuliahan, belajar materi-materi kuliah dengan sungguh-sungguh, rata-rata studi mereka cepat selesai sesuai dengan target kuliah, akan tetapi mereka enggan untuk berproses dalam organisasi, dampaknya social mereka terhadap masyarakat kurang bahkan tidak mampu mengimplementasikan apa yang didapat di bangku perkuliahan kepada masyarakatnya.
  3. Mahasiswa D3P (Datang, Duduk, Domblong dan Pulang), yaitu mahasiswa yang kuliah hanya mencari status social belaka tanpa mengindahkan substansinya, hanya ikut-ikutan tanpa mau belajar materi kuliah apalagi organisasi.untuk urusan social masyarakat pastinya yang semacam ini dipertanyakan.

Setelah mengurai panjang lebar tentang mahasiswa sekarang ini, beliau memberikan kiat-kiat untuk menghindari dampak-dampak negative yang sewaktu-waktu muncul. Kiat-kiat tersebut pada dasarnya tergantung pada pribadi mahasiswa itu sendiri, tapi yang pasti adalah bagaimana menghindari kultur-kultur glamourisme, hedonisme, hegemonisme dan pragmatism. Semua itu harus dihindari dengan berpondasi teguh pada Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan cara ikut berbaur dalam kawah candradimuka suatu organisasi. Setelah itu, selektif dalam memilih teman bergaul, sederhana dan yang terpenting adalah turut serta berproses dalam organisasi kampus, baik intra maupun ekstra kampus.
Harapan

Harapan masyarakat umum terhadap sosok mahasiswa adalah bagaimana mahasiswa menjadi pemuda intelektual yang berpikir progresif dan dinamis sehingga dapat merubah tatanan masyarakat kea rah yang lebih baik. Intinya, masyarakat menginginkan mahasiswa sebagai sosok perubah atau dalam bahasa kampusnya agent of social change dan dapat menggabungkan dua hal, yakni menyampaikan dan mengartikulasikan apa yang didapat dari bangku kuliah juga organisasi kepada masyarakat.

Diakhir perbincangan beliau berpesan kepada mahasiswa baru untuk menyingsingkan lengan baju dan bersungguh-sungguh di dalam kawah candradimuka kampus INISNU Jepara. “Selamat dan semoga menjadi mahasiswa harapan masyarakat, yakni mahasiswa yang dinamis, progresif dan responsive terhadap masyarakat”, amin.[fir&ary-bq]

Bio data :

Nama      : Sholahuddin, MA.
TTL        : Jepara, 12 Agustus 1979
Alamat    : Jl. Pasar Lama RT 05 RW 02 Bugel Kedung Jepara
Email      : gerundi21@yahoo.com
Hobby     : Membaca
Motto Hidup    : خير الناس انفئهم للناس

Jenjang Pendidikan:

-    MI Mathali’ul Huda Bugel Kedung Jepara
-    MTs Mathali’ul Huda Bugel Kedung Jepara
-    MAK Mathali’ul Huda Bugel Kedung Jepara
-    BAS (Bahasa dan Sastra Arab) STAIN Malang
-    CRCS (Centre for Religious and Cross Culture Studies) UGM Jogjakarta

Organisasi/Jabatan:

-    PMII Cabang Malang
-    Sekjend Relief CRCS UGM Jogjakarta 2005
-    Waka Sekretaris PCNU Jepara 2010-2015

=======####=========

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon

Pada kesempatan kali ini saya akan share sedikit pengalaman saya tentang Printer Canon IP2770 , Banyak yang bertanya pada saya bagaimana sih cara mengatasi masalah Printer Canon Error 5200. Printer Canon pada masalah ini membutuhkan Reset Printer. Sebenarnya produsen Printer Canon sudah mengikutsertakan petunjuk penggunaan manual atau Helpdesknya. Disana menyatakan jika tinta sudah habis, maka Cartridge harus diganti dengan yang baru. Karena untuk menjaga kualitas hasil Print Out. Namun hampir semua orang dengan alasan ekonomis lebih memilih menyuntikan tinta ke Cartridge dari pada membeli Cartridge baru sesuai dengan petunjuk produsen Printer Canon, mengingat harganya tidak bisa dibilang murah. Tindakan suntik tinta biasanya berakibat printer menjadi Error, salah satunya adalah Error 5200. Error 5200 ini diakibatkan oleh perbedaan Inisialisasi Cartridge yang terpasang sebelum dilepas dari tempat Cartridge Printer Canon dan setelah dipasang kembali, hal ini membuat Printer t

Tradisi Begalan Banyumas

Salah satu Prosei Begalan Banyumas Jawa Tengah salah satu provinsi yang kaya budaya daerah. Diantaranya daerah Banyumas, dimana masyarakatnya mempunyai tradisi unik saat hari pernikahan. Dari tradisi yang ada, tradisi budaya di Banyumas meliputi, Begalan, Mitoni, Ngruwat, Tumpengan dan lain sebagainya. Salah satu budaya yang ada di Banyumas yaitu tradisi Begalan . Begalan meruapakan budaya adat warisan leluhur yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh masyarakat Banyumas. Begalan ini dilakukan pada acara pernikahan terutama pada pernikahan calon pengantin lelaki yang dalam silsilah keluarga menjadi anak sulung atau anak bungsu.  Di daerah Banyumas, tradisi Begalan ini menjadi bagian yang terpenting dalam prosesi pernikahan adat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat Banyumas terhadap tradisi ini, seringkali pernikahan adat itu dinilai belum lengkap jika tradisi Begalan belum terlaksana. Tradisi Begalan Banyumas Didalam seni tradisi Begalan ada nuansa yang terkandung d

Unsur Layak Berita

Setelah kemarin kita belajar tentang cara menulis berita sekarang saya akan membagikan mengenai tulisan yang layak disebut berita. karena tidak semua tulisan bisa disebut berita. ada beberapa unsur yang membuat tulisan tersebut layak disebut berita. menurut kode etik Jurnalistik Wartawan Indonesia pasal 5 yang berbunyi “Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dan ketepatan, serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. Tulisan berisi interpretasi dan opini wartawan agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya” . (Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat, 2006:47) Dari ketentuan yang ditetapkan Kode Etik Jurnalistik itu menjadi jelas pada kita bahwa berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain itu berita juga harus lengkap, adil dan berimbang. Kemudian berita juga tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif. Berita itu juga harus